Paru adalah bagian dari sistem pernapasan yang berhubungan dengan lingkungan luar. bakteri,virus, jamur, hingga polusi udara bisa saja masuk kedalam paru-paru. terlebih jika kita adalah perokok atau sering berdekatan dengan perokok. karena itu tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan kesehatan paru.

Sebuah cara praktis untuk mengetahui kesehatan paru adalah dengan mengukur kadar karbon monoksida (CO) dari napas.

Pak Erwin yang merupakan penyelenggaran kegiatan ini dari Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, “semakin tinggi kadar CO yang terdapat dari napas, maka semakin buruk kesehatan paru-paru,” tuturnya dalam sosialisasi pagi itu (09/07/2019).

cara melakukan tes kadar CO cukup sederhana, yakni dengan menarik napas panjang  dan menahannya selama 20 detik. kemudian hembuskan udara yang ada diparu-paru ke sebuah alat hingga maksimal. angka kadar CO selanjutnya akan terbaca pada alat dengan satuan ppm.

Lebih lanjut tentang  alat pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO), alat ini untuk membantu penilaian dan kontrol dampak akibat asap pada perokok aktifataupun pasif. bagi para profesional, Smokerlyzer bisa digunakan untuk menilai status level seorang perokok secara lebih kuantitatif dan menentukan tindakan/terapi selanjutnya yang cocok bagi pasien.